Malam Itu…

“Jongkok!” bentaknya.

Kulakukan yang ia minta.

“Apaan tuh?” katanya menunjuk gumpalan yang ada di dalam kantung kiri celanaku.

Aku langsung bertindak. Kuterjang dia, kutangkap kakinya dan kutarik. Ia terjengkang, kepalanya membentur aspal.

Aku tak mau ambil resiko. Masih memegang kedua kakinya, aku berputar. Kukangkangi tubuh keparat itu. Kuhempaskan beratku ke belakang dan tubuhnya berderak, berkelojotan, kemudian diam.

Sekuat tenaga kuayun tubuhnya dan kulemparkan ke arah empat orang temannya. Lalu aku kabur dan melompat masuk ke dalam angkot terdekat sambil tertawa. Puas. Biar tahu rasa mere—

“Jangan cuma bengong! Keluarin!” bentaknya lagi. Empat orang temannya merapat.

Malam itu aku kehilangan penyerantaku…

*originally written in October 2004 for 100Words blog*

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s